6+ Pakaian Adat Banten Penjelasan dan Gambarnya {Lengkap}

[wpseo_breadcrumb]

Pakaian Adat BantenBanten adalah salah satu provinsi yang terletak dibagian barat dengan dengan DKI Jakarta, Banten dahulunya adalah sebuah daerah yang masih ikut dengan provinsi Jawa Barat. Namun sejak pada tahun 2000 Banten telah pecah menjadi kota atau provinsi sendiri

Sedangkan untuk sejarah dari kebudayaan masyarakat adat banten memang dari dulu sudah tercampur dengan budaya sunda dan budaya-budaya lainnya. Penyebab adanya sebuah percampuran budaya adat ini dikarenakan banyak dari orang luar yang masuk ke daerah Banten melalui jalur laut.

Salah satu contoh budaya adat banten yang telah tercampur sampai sekarang sudah menjadi kebanggaan masyarakat Banten yaitu Pakaian adatnya yang merupakan pakaian khas dan juga mempunyai keunikan sampai sekarang dapat dikenal ke-luar daerah.

Nah, pada kesempatan kali ini kami akan mengulas berbagai informasi tentang pakaian adat Banten yang dilengkapo dengan penjelasan dan gambarnya. Langsung saja mari kita simak dengan seksama!

Baca Juga : Pakaian Adat Betawi

Pakaian Adat Banten

Pakaian Adat Banten
Pakaian Adat Banten

Kota Banten dikenal oleh orang-orang sebagai salah satu kota pelabuhan yang ramai dikunjungi oleh orang-orang diseluruh dunia untuk melakukan sebuah perdagangan. Jadi, pada zaman dahulu Banten merupakan daerah bisnis tingkat tinggi di dunia.

Masyarakat Banten yaitu suku Baduy masih mempertahankan baju adat mereka sampai sekarang ini dan sebagian dari masyarakat suku Baduy masih masih menggunakan baju adat untuk sebuah ritual atau tradisi tertentu. Jangan berlama-lama ya, berikut ini adalah 5 jenis Pakaian adat Banten :

1. Baju Pansi Banten

Pakaian adat yang pertama yaitu Baju Pansi Banten yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat Banten pada khususnya didaerah pedesaan yang masih memegang erat adat istiadat dan juga pola kehidupan yang sederhana. Pakaian adat Pangsi Banten ini khususnya digunakan oleh kaum laki-laki.

Baju Pangsi sendiri adalah baju yang dipakai dalam sehari-hari oleh masyarakat Banten. Busana ini dapat dipadukan dengan busana bawahan yang berupa celana komprang.

Pangsi adalah singkatan dari “Numpan Ka Sisi” merupakan pakaian penutup badan yang cara penggunaannya dibelitkan dengan cara menumpang seperti menggunakan sarung

2. Pakaian Adat Baduy Banten

Suku Badut merupakan suku pedalaman dari suku asli masyarakat Banten, Suku Baduy Banten ini masih memegang erat hukum adat istiadat dan juga menutup diri dari masyarakat luar dari kemajuan teknologi.

Suku Baduy sendiri dibagi menjadi dua yakni suku Baduy dalam yang sama sekali tidak ingin berinteraksi dengan lingkungan luar, suku Baduy luar yang masih ingin berinteraksi tetapi ada batasan-batasannya.

3. Baju Adat Suku Baduy Dalam

Pakaian dari suku Baduy dalam yang digunakan oleh kaum laki-laki biasa disebut dengan nama jaman sangsang, penggunaan dari pakaian ini yaitu dengan cara disangsangkan atau digantungkan di badan, badan yang digunakan berasal dari pintaian kapas asli yang telah diperoleh dari hutan, dan dijahit menggunakan tangan.

Untuk baju adat suku Baduy ini pada umumnya berwarna putih ini melambangkan sebuah kesucian dari suku Baduy yang tidak akan terpengaruh oleh budaya luar, jadi mereka meskipun kelihatan terbelakang akan tetapi tetap memegang prinsip yang sangat kuat.

Pakaian dari suku Baduy dalam yang digunakan oleh kaum wanita pada umumnya berwarna biru ketuaan pakaian nya dari tumit sampai dada yang biasanya digunakan untuk kehidupan sehari-hari ketika dirumah.

4. Baju Adat Suku Baduy Luar

Pakaian suku Baduy luar memiliki sebuah desain yang lebih dinamis, untuk laki-laki yang menggunakan baju yang dijahit oleh mesin, mempunyai kancing dan juga kantong, untuk bahannya beragam tidak hanya kapas murni.

Warna busana dari suku Baduy luar ini adalah warna hitam, oleh karena itu disebut dengan nama baju kelelawar, suku Baduy luar menggunakan ikat kepala yang berwarna biru tua yang bercorak batik.

Untuk busana dari suku Baduy wanita, corak dari kain sarung atau kain wanita hampir sama dengan coraknya yakni hitam dengan motif garis putih-putih.

5. Pakaian Adat pengantin

Pakaian adat Banten yang terakhir yaitu pakaian adat pengantin yang digunakan oleh orang-orang yang sedang menikah. Terdiri dari pakaian adat pengantin untuk pasangan lelaki maupun untuk pasangan perempuan.

Untuk pakaian pengantin laki-laki yang terdiri dari penutup kepala atau dikenal dengan blankon. Baju koko dengan kerah sebagai atasannya. Kain samping atau batik khas daerah Banten. Sabuk dari kain yang dikenakan dengan motif yang sama pula.

Terdapat tambahan sebuah aksesoris juga yang terdiri dari selipan senjata tradisional Banten yaitu Parang, Keris, dan Golok pada bagian pinggangnya tepat nya di bagian sabuk. Untuk bagian bawah nya menggunakan selop sebagai alas kaki nya.

Untuk pakaian dari pengantin wanita yang terdiri dari hiasan kepala yang berupa kembang goyang dengan warna keemasan. Rangkaian dari bunga melati yang diselipkan di sanggulnya. Kemudian pada bagian badan menggunakan baju kebaya sebagai atasannya, dan selendang yang diselempangkan di bahu.

Untuk bagian bawah nya sendiri kain samping atau batik sebagai busana bawah. Demikian dengan alas kaki menggunakan selop yang telah disesuaikan dengan busana atasan dari pengantin tersebut.

Nah, itu sedikit pembahasan dari Kita tentang pakaian adat Banten yang lengkap dengan penjelasan dan gambarnya, dari artikel diatas semoga kita semakin dapat menambah kesadaran kita terhadap budaya bangsa kita sendiri yang tentunya mempunyai makna dan juga bernilai seni tinggi terutama untuk pakaian adat yang ada di Nusantara ini.

Sekian, semoga dapat bermanfaat. Terima Kasih.

Baca Juga : Pakaian Adat Bengkulu

Leave a Comment