Tari Topeng

Tari Topeng – Berbagai jenis tarian tradisional di Indonesia ini mempunyai keunikan masing-masing. Keunikan ini dapat berupa gerakan, properti, busana, alur cerita, bahkan sejarah terciptanya suatu tarian ini. Salah satunya yaitu Tari Topeng, sebuah tarian asli Indonesia yang berasal dari daerah Cirebon, Jawa Barat.

Tari Topeng merupakan tarian daerah dengan ciri utama seorang penari yang menggunakan topeng. Masing-masing topeng yang dikenakan oleh para penari memiliki karakter yang berbeda dan semakin menambah keunikan dari warisan budaya ini.

Penari topeng ini dapat disebut sebagai Dalang karena setiap penari memerankan tokoh yang berbeda-beda. Tarian ini dapat dipentaskan oleh seoarang penari maupun dalam kelompok atau jumlah banyak.

Langsung saja berikut ini penjelasan tari topeng dari restuemak.com, langsung saja.

Pengertian Tari Topeng

Tari Topeng
Sumber: Bingarkan.wordpress.com

Tari topeng merupakan tarian tradisional dari daerah Cirebon, Jawa Barat. Tarian ini biasa disebut penari tarian dengan memakai topeng. Hal yang unik dari tarian ini yaitu bahwa setiap barel yang dikenakan oleh penari mempunyai karakter yang berbeda-beda.

Para penari yang telah melaksanakan tarian ini disebut dengan dalang. Hal ini di karenakan setiap penari harus menggambarkan setiap karakter topeng yang dikenakan. Tarian ini umumnya dilakukan oleh penari tunggal, akan tetapi beberapa penari dilakukan secara berkelompok.

Sejarah Tari Topeng

Tari Topeng
Tari Topeng

Tarian ini sebetulnya sudah ada sejak abad ke 10 MASEHI, pada masa pemerintahan Prabu Panji Dewa yang merupakan seorang raja Jenggala di Jawa Timur. Seiring dengan berjalannya waktu, tarian ini kemudian meluas ke wilayah daerah di Jawa Barat tepatnya di daerah Cirebon.

Tarian ini berisi simbol yang mempunyai makna tertentu. Simbol dalam tarian ini dapat menjadi cinta, kebijaksanaan, dan juga kepemimpinan. Selama pertunjukan tari, para penonton diharapkan untuk dapat memahami simbol para penari tersebut.

Bahkan Sunan Gunung Jati dan Sunan Kalijaga mengenakan tarian ini sebagai media untuk dakwah bagi penyebaran Islam dan juga dapat menjadi media hiburan di sekitar istana.

Baca juga: Tarian Betawi

Gerakan Tari Topeng

Tari Topeng
Tari Topeng

Gerakan yang dapat dilakukan oleh para penari dalam tarian ini mengikuti jenis topeng yang dikenakan oleh para penari tersebut. Untuk seorang penari yang memakai topeng panji, gerakan ini adalah isyarat antara gerakan dan juga keheningan. Untuk itu, topeng berarti usia seseorang yang masih bayi atau baru saja lahir.

Kasus lain jika ada dari penari yang memakai topeng Tumenggung, maka ia harus dapat menari sesuai dengan karakteristik topeng yaitu untuk seseorang yang bijaksana. Jika tidak, para penari yang memakaia topeng kelana, maka ia harus dapat menggambarkan seseorang yang mempunyai kualitas yang jahat.

Dengan kita ini mempelajari tarian topeng dan juga melestarikan budaya bangsa. Hari ini, semuanya memang sudah modern, akan tetapi tidak berarti bahwa budaya tradisional harus ditinggalkan. Terutama sebagai generasi muda, jika tidak kita dapat membuat tarian ini menghilang, memudar, bahkan nantinya akan diakui oleh Negara lain.

Struktur Penyajian

Tari Topeng
Tari Topeng

Tari topeng Cirebon ini dulunya hanya dipentaskan ditempat terbuka dan membentuk setengah lingkaran. Acara ini dapat digelar di halaman rumah, bale atau panggung, blandongan atau tenda.

Di dalam acara tarian ini ada dua struktur pertunjukan yang dikenakanan, antara lain sebagai berikut:

a. Topeng Alit

Struktur dari topeng alit merupakan acara sederhana, meliputi jumlah penari sedikit, pelatanan, kru, penyajian, dan tentunya dalang. Umumnya topeng alit ini dipentaskan oleh 5 sampai 7 orang penari. Karena keterbatasan dari penari tersebut, maka gelarannya bersifat multi peran, sehingga seluruh wigaya atau penabuh gamelan dan dalang ikut dalam alur cerita tersebut.

b. Topeng Gede

Tari topeng gede merupakan penyempurnaan struktur tarian topeng alit. Pada kategori ini telah memuat lima babak yang dilengkapi dengan lakon dan jantuk atau nasihat di akhir acara. Musik pengiring tarian ini sangat lengkap sehingga mampu untuk mengiringi pementasan secara sempurna.

Baca juga: Tarian Jawa Timur

Properti Tari

Tari Topeng
Tari Topeng

Properti tari merupakan bagian dari perlengkapan tari yang dikenakan oleh penari untuk menambah nilai estetika tarian. Properti tarian ini juga berfungsi untuk memperdalam arti atau makna yang terkandung dalam tarian tersebut.

Seperti pada tari topeng yang telah melambangkan cinta, kepemimpinan, dan juga kebijaksanaan. Berikut ini merupakan properti tari topeng yang wajib untuk dikenakan pada saat menari:

1. TOPENG

Jika dilihat dari namanya yaitu tari topeng maka jelas pada tarian ini memakai topeng. Topeng merupakan benda yang digunakan pada wajah yang berfungsi untuk menutupi wajah asli pengguna topeng. Properti dari tari topeng yang satu ini tidak boleh ketinggalan dan wajib ada pada saat penampilan tari topeng tersebut.

Topeng yang bdikenakan terbuat dari bahan kayu maupun plastic. Namun topeng yang biasa digunakan yaitu terbuat dari kayu yang diukir.

Topeng yang dikenakan bermacam-macam, misalnya topeng dengan karakter wajah manusia maupun topeng wajah tokoh terkenal. Topeng telah menjadi media yang dikenakan dan termasuk ke dalam bagian dari tarian ini.

Terdapat beberapa cara pemakaian topeng salah satunya yaitu menggunakan tali yang diikat pada bagian belakang kepala. Cara lain yaitu dengan menggigit bantalan atau karet khusus yang ada didalam topeng tersebut. Warna topeng yang biasa dikenakan yaiut berwarna merah.

2. BAJU KURUNG LENGAN PENDEK

Baju kurung adalah pakaian adat khas melayu, misalnya di Negara Malaysia, Brunei Darusalam, dan tentunya di Indonesia. Baju kurung adalah baju yang khas yakni desain yang longgar pada lubang lengan, dada, dan juga longgar pada bagian perut.

Baju kurung adalah tipe baju yang saat dikenakan sejajar dengan pangkal paha dan adapula yang sejajar dengan lutut. Ciri khas dari baju kurung yakni tidak mempunyai kancing, tidak berkerah namun pada ujungnya direnda. Baju kurung ada yang bermotif da nada juga yang polos. Baju kurung umumnya berlengan panjang.

Namun baju kurung yang dikenakan sebagai baju dalam tari topeng ini dipilih baju kurung dengan lengan pendek. Dipilih lengan pendek yang bertujuan untuk mempertegas dan juga memperkuat kesan gerakan tangan penari. Pada bagian lengan terdapat pula motif dengan renda benang keemasan. Warna dari baju kurung yang dikenakan berwarna merah atau warna lain yang mencolok.

3. MONGKRON

Mongkron atau penutup dada merupakan kain yang dikenakan oleh penari untuk menutupi dada. Mongkron dapat berupa kain batik atau kain dari baju kurung yang sudah di border. Mongkron pada umumnya berwarna merah atau warna keemasan. Hiasan mongkron tersebut berupa bordiran benang yang berwarna perak atau emas.

Bordiran dari hiasan mongkron ini tergantung pada budaya lokal dari masyarakatnya yang telah menarikan tarian ini. Setiap daerah tentunya mempunyai bentuk mongkron masing-masing. Ada yang berbentuk segitiga da nada juga yang berbentuk kotak. Ada pula yang berbentuk bulat. Terdapat beberapa hiasan rumbai-rumbai dari benang border pada mongkron ini.

4. SAMPUR

Salah satu properti dari tari topeng yaitu sampur. Sampur adalah selembar kain panjang yang dilingkarkan pada leher penari. Sampur yang dikenakan pada umumnya berwarna cerah, misalnya merah, hijau, dan juga kuning. Sampur dikenakan karena sudah menjadi salah satu bagian dari gerakan tari.

Pemakaian dari sampur yakni di leher dengan ujung sampur diselipkan pada jari tengah penari. Sampur akan ikut bergerak pada saat tangan penari bergerak mengikuti irama.

Tujuan dari pemakaian sampur adalah agar dapat menimbulkan kesan gemulai dan kesan tegas gerakan. Sampur juga dapat digunakan dengan cara diikatkan pada pinggang seorang penari.

5. CELANA KURUNG SEPERTIGA

Pasangan dari baju kurung yang dikenakan oleh penari yaitu celana kurung dengan panjang sepertiga kaki. Celana panjang yang dikenakan sangat longgar dan panjangnya hanya dibawah lutut seorang penari. Celana yang dikenakan polos dengan warna yang mencolok. Warna yang umumnya dikenakan yaitu warna merah.

Pada bagian ujung celana terdapat hiasan bordiran dengan benang keemasan. Pemakaian celana sepertiga dan juga longgar ini bertujuan agar dapat memudahkan gerakan penari.

6. KAIN PENUTUP

Dalam pakaian penari topeng ini terdapat kain penutup. Kain penutup ini dikenakan dengan cata melilitkan kain pada pinggang sampai atas paha. Kain yang dikenakan umumnya kain batik dengan warna yang senada dengan baju kurung. Kain penutup ini berfungsi sebagai hiasan celana.

7. SUMPING

Sumping adalah sebuah aksesoris yang dikenakan oleh penari diatas telinga penari. Sumping dikenakan dengan cara diselipkan di telinga kanan dan telinga kiri penari. Sumping ini berfungsi sebagai penambah ketegasan gerakan penari. Sumping umumnya berwarna keemasan sumping yang dikenakan penari topeng sama misalnya yang dikenakan oleh pelakon wayang uwong atau wayang orang.

8. MAHKOTA

Mahkota merupakan hiasan kepala yang dikenakan oleh penari topeng. Mahkota yang dikenakan telah sesuai dengan karakter yang sudah diperankan oleh penari. Mahkota pada umumnya berwarna hitam dengan hiasan bordiran warna keemasan.

9. KUPLUK

Kupluk merupakan penutup kepala yang berbahankain yang dikenakan untuk menutupi kepalanya. Kupluk yang dikenakan umumnya berwarna hitam dengan berbagai macam aksesoris yang dipakai.

Baca juga: Tarian Lampung

10. ANTING

Selain memakai sumping para penari juga menggunakan anting di telinganya. Anting yang dikenakan pada kedua telinga penari. Anting yang dipakai pada umumnya diberikan bandul yang berwarna-warni.

Anting yang dipakai oleh penari ada yang panjang adan juga ada yang pendek. Warna dari anting yang dipakai dipilih yang berwarna mencolok misalnya warna kuning, merah, dan juga hijau. Tujuan dari pemilihan warna yang mencolok yaitu agar dapat melambangkan kegembiraan dan keceriaan.

11. IKAT PINGGANG

Ikat pinggang yang dipakai oleh para penari yaitu berupa kain yang dilingkarkan di pinggang. Tujuan dari pemakaian ikat pinggang yaitu sebagai penahan pakaian yang dipakai oleh seorang penari. Selain itu dapat sebagai penambah keindahan kostum yang dikenakan.

Warna dari ikat pinggang yang dipilih yaitu warna yang cerah misalnya Biru, kuning, dan juga hijau. Selain itu ikat pinggang ini berfungsi sebagai tempat menyelipkan keris yang dikenakan oleh penari.

12. KERIS

Keris adalah senjata khas yang dikenakan oleh masyarakat Jawa. Keris juga dapat dipakai sebagai aksesoris para penari topeng. Fungsi dari keris yaitu sebagai penghias kostum dan digunakan dengan cara diselipkan pada pinggang penari.

Pemakaian dari keris melambangkan status kewibawaan, ksatria, kekuatan, dan kebangsawan. Tokoh tari topeng yang umumnya dimainkan yaitu tokoh bangsawan. Oleh karena itu keris sangat cocok untuk menambah kesan yang ingin dibawakan.

13. GELANG TANGAN

Gelang tangan yang dipakai oleh penari yang terbuat dari logam, kertas atau kain yang berwarna keemasan. Gelang tangan yang dipakai berfungsi untuk penambah keindahan para penari.

14. GELANG KAKI

Selain memakai gelang tangan properti tari topeng ini juga memakai gelang kaki. Pemakaian gelang kaki yang mempunyai makna atau kesan tertentu. Gelang kaki ini terbuat dari bagan logam maupun kain. Gelang kaki yang berbahan kain umumnya diberi hiasan berupa bordiran benang yang berwarna keemasan.

Warna yang biasa dikenakan yaitu warna merah. Warna lain juga dapat dikenakan sesuai dengan variasi yang diinginkan.

15. RONCE BUNGA

Ronce bunga adalah aksesoris yang dipasang di dalam mahkota penari topeng. Ronce bunga ini berupa untaian Bungan yang disusun menjadi sebuah anting panjang. Bunga yang digunakan yaitu bunga melati. Ronde bunga juga dapat dibuat dari bandul yang berwarna merah atau kuning.

Tari topeng adalah tari tradisional yang properti utamanya yaitu topeng. Topeng yang dikenakan dapat topeng yang berbentuk jenaka atau yang menggambarkan ekspresi ksatri. Properti tari topeng sangat banyak terutama yaitu properti hiasan. Karena itulah tari topeng mempunyai keunikan yang tersendiri.

Baca juga : Senjata tradisional Jawa Barat

Makna Tari Topeng

Tari Topeng
Tari Topeng

Berikut ini adalah makna dari tari topeng yang berasal dari daerah yang ada di Indonesia:

a. Topeng Dayak

Di daerah Pulau Borneo, suku dayak memakai topeng dalam tarian Hudog yang sering dimainkan dalam acara upacara keagamaan kelompok suku Dayak Bahau dan juga Modang.

Tarian ini dimaksudkan untuk mendapatkan kekuatan dalam mengatasi gangguan hama dan juga berharap diberikan kesuburan dengan banyak tanaman.

Topeng yang dikenakan yaitu berwarna merah, putih, dan tentunya hitam yang dapat melambangkan alam yang akan membawa air dan dapat melindungi tanaman mereka tumbuh di musim.

b. Topeng Bali

Keberadaan topeng dalam masyarakat Bali sangat erat kaitannya dengan upacara keagamaan Hindhu karena seni hasil dalam agama dan juga masyarakat. Tari topeng Bali merupakan tradisi yang kental dengan nuansa ritual magis, pada umumnya ditampilkan dalam masyarakat yaitu seni yang diadakan. Dewa topeng yang mewakili para dewa seharusnya mendapatkan rahmat keamanan juga perdamaian.

c. Topeng Cirebon

Tari topeng Cirebon adalah salah satu seni tari topeng yang berkembang di daerah Cirebon, Jawa Barat.

d. Topeng Malang

Tari Topeng Malang merupakan seni tari topeng dari lingkungan Malang, Jawa Timur. Cerita ini umumnya berasal dari cerita panji yang telah menciritakan romantisme Raden Panji Asmoro Bangun atau Inu Kertapati dengan Putri Sekartaji atau Chandra Kirana.

e. Topeng REOG

Tarian REOG ponorogo yang umumnya disebut tarian ini juga menggunakan topeng yang berasal dari daerah Ponorogo.

f. Topeng Ireng

Topeng lreng adalah salah satu bentuk tradisi seni yang sudah berasimilasi dengan budaya lokal daerah Jawa Tengah. Topeng lreng juga biasa dikenal sebagi seni bedaya yaitu bentuk tarian rakyat kreasi baru yang merupakan hasil dari metamorphosis seni Kubro Siswo.

Baca juga: Pakaian Adat Jawa Timur

Fungsi Tari Topeng

Berikut ini adalah beberapa fungsi dari tari topeng yang perlu untuk kalian ketahui:

1. Festival Panen Raya atau Festival desa

Secara umum, tarian topeng ini ditampilkan pada festival panen dan juga festival desa. Untuk warga desa yang bersyukur atas hasil panen, biasanya akan menggelar tarian topeng ini.

2. Pengusiran Kekuatan supranatural

Tari topeng sangat dekat sekali denga mistisisme dan juga sihir sehingga tidak mengherankan bahwa di mana tarian ini pada awalnya berfungsi untuk ritual mengumpulkan roh jahat dan lalu memecahkan kekuatan supranatural negative.

3. Menyambut Tamu

Tarian ini juga dapat diadakan pada acara khusus untuk pejabat lokal, atau untuk perayaan tradisional lainnya.

Daya Topeng Cirebon bergeser di antara objek ritual, produk komersial, dan juga ikon budaya. Encoding ini tidak statis tertanam di dalam topeng, akan tetapi muncul dengan cara mereka digunakan, dilihat dan juga diwariskan dari generasi ke generasi.

Jenis Tari Topeng

Tari Topeng
Tari Topeng

Berikut ini adalah jenis dari Tari Topeng yang lengkap dengan penjelasannya, langsung saja simak artikel di bawah ini:

1. Tari Topeng Samba

Tarian semacam ini telah melambangkan perkembangan balita atau ketangkasan manusi di masa kanak-kanannya. Gerakannya mulai lucu, gesit, dan tentunya genit, akan tetapi kurang fleksibel atau masih dipertanyakan. Munculnya topeng ini sudah mulai mempunyai stroke, warna pink keputihan. Untuk kostum hijau hanya pada daun.

2. Tarian Topeng Panji

Dapat melambangkan kesucian anak yang baru lahir. Motif topeng nya pun kelihatan putih bersih, hanya ada mata, hidung, dan mulut, tidak ada pukulan lain. Jenis gerakan tari ini masih sangat sederhana, hanya “adeg-adeg” dengan memakai semua putih pakaian dan atribut tersebut.

3. Tarian Topeng Tumenggung

Dapat menunjukkan orang yang menginjak dewasa dansudah menemukan sebuah identitas. Sikapnya tegu, bertanggung jawab, kepribadian, dan juga mempunyai jiwa paripurna.

Topengnya yaitu mustachithish, dengan banyak stroke otoritatif. Kostum penari yang hitam, yang dapat dengan bijak untuk beradaptasi dengan warna apapun, misalnya arti postur. Di dalam struktur kerajaan Tumenggung merupakan seorang pasien atau panglima perang.

4. Tari Topeng Rumyang

Jenis tarian ini mempunyai ukiran sederhana, dengan warna dasar merah muda. Tarian ini mempunyai arti dari remaja yang sudah mulai mencari identitas. Ini akan terlihat dari beberapa gerakannya” labil” dengan pengulangan.

5. Tari Topeng Kelana

Memiliki ukuran topeng yang paling luas, ada juga banyak topeng di atas. Sebuah topeng penari merah dan juga kostum.

Baca juga: Upacara Jawa Tengah

Pagelaran Tari Topeng

Berikut ini adalah 3 jenis pagelaran dari tari topeng yang perlu anda ketahui, tanpa berfikir panjang, berikut ini adalah penjelasannya:

a. Pagelaran Komunal

Pertunjukan ini dapat diadakan untuk semua anggota masyarakat. Hampir semua orang mengambil bagian dalam pertunjukan tarian topeng ini. Acara ini cukup spektakuler, ada sebuah prosesi wayang dan juga ada atraksi.

Pada umumnya kinerja ini diadakan selama lebih dari satu malam. Misalnya pertunjukan bersama meliputi Haji desa, Ngunjung atau ziarah kuburan, dan Ngarot Kasinom atau acara pemuda.

b. Pagelaran Individual

Acara pertunjukan ini dapat diadakan oleh individu. Misalnya, yaitu untuk memeriahkan upacara perkawinan, khitanan, dan juga khaul atau seseorang yang melaksanakan nazar. Umumnya acara ini dilakukan di homepage pemilik hajat.

c. Pagelaran Babarangan

Kinerja ini merupakan acara pementasan di sekitar desa, hal ini dapat dilakukan oleh inisiatif topeng dalam itu sendiri. Umumnya acara ini merupakan di sekitar sebuah desa yang sedang panen, misalnya di desa yang belum dipanen maka perimeter dilaksanakan di kota yang sibuk. Sementara di desa yang belum dipanen, berkeliling kota dilakukan karena pada desa ini mengalami kekeringan dan desa ditinggalkan penduduknya.

Makna dan Filosofi

Pada awalnya, gerakan tari topeng hanya dapat dilakukan di lingkungan keraton saja. Akan tetapi seiring dengan berkembangnya waktu, tarian ini juga digelar dimasyarakat sebagai sarana hiburan.

Selanjutnya tari topeng ini difungsikan sebagai media penyebaran agama islam. Oleh sebab itu tarian ini dikemas menjadi sebuah pertunjukkan yang bermuatan filosofis dan juga lebih berwatak atau wanda.

Pengemasan dari tari topeng ini bertujuan untuk mengambarkan ketaqwaan dalam beragama dan juga sebagai contoh sifat dan juga perilkau manusia, antara lain sebagai berikut:

Makrifat (Insan Kamil) merupakan tingkatan tertinggi manusia dalam beragama dan juga sudah sesuai dengan syariat agama.

Hakikat merupakan penggambaran manusia berilmu sampai sudah memahami tentang hak seorang hamba dan juga sang pencipta.

Tarekat merupakan gambaran manusia yang sudah hidup dan juga menjalan agama dalam berperilaku sehari-hari.

Syariat merupakan gambaran manusia yang memasuki atau mengenal ajaran agama Islam.

Tidak hanya unsur-unsur media hiburan, kesenian tari topeng ini juga mempunyai pesan-pesan tertentu. Beberapa diantaranya dapat diartikan dalam bentuk simbolik, dimana perlu pengertian agar dapat menejermahkannya dan menerapakan dalam aspek kehidupan.

Oleh karena itu, tarian topeng juga telah dianggap mempunyai nilai pendidikan, misalnya kepribadian, cinta, angkara murka, dan juga penggambaran hidup manusia dari lahir sampai dewasa.

Baca juga: Pakaian adat Riau

Alat Musik Pengiring Tari Topeng

Berikut ini adalah beberapa alat musik pengiring dari tari topeng tersebut, berikut adalah penjelasannya:

1. Satu Pangkon Saron.

2. Tiga Buah Gong yaitu Kiwul, Sabet, Telon.

3. Satu Pangkon Bonang.

4. Satu Pangkon Titil.

5. Seperangkat Alat Kecrek.

6. Satu Pangkon Kenong.

7. Satu Pangkon Ketuk.

8. Satu Pangkon Klenang.

9. Satu Pangkon Jengglong.

10. Dua Buah Kemanak.

11. Seperangkat Kendang Yang Terdiri Dari Ketiping, Gendung dan Kepyang.

Hal Menarik Tentang Topeng Cirebon

Tarian topeng merupakan salah satu tari tradisional asli Cirebon, Jawa Barat. Tarian ini mempunyai keunikan yakni adanya 5 jenis topeng yang telah mewakili manusia berbeda, misalnya topeng panjing, topeng samba, topeng rumyang, topeng temenggung dan juga topeng kelana.

Penari yang membawakan topeng satu dan yang lain memiliki karakter berbeda dan juga jalan cerita tersendiri. Pementasan tari topeng adalah sebagai sarana hiburan dan sekaligus sebagai sarana menyampaikan pesan moral kepada masyarakat luas.

Pesan ini disalurkan melalui topeng sebagai simbol-simbol tertentu. Seperti ajakan untuk hidup dalan kebenaran, memperbanyak dzikir, dan juga beristighfar.

Berikut dibawah ini adalah beberapa hal menarik tentang tari topeng Cirebon, berikut adalah penjelasannya:

Topeng Samba (Pamindo) yaitu topeng ini menampakkan wajah anak-anak yang lucu, lincah, dan ceria.

Topeng Panji yaitu mempunyai wajah putih yang bersih dan merupakan gambar kesucian bayi yang baru saja dilahirkan.

Topeng Rumyang adalah topeng ini dibentuk untuk menggambarkan seorang remaja.

Topoeng Kelana (Ravana) yaitu topeng yang terbentuk sedemikian rupa sampai menggambarkan ekspresi seseorang yang marah.

Topeng Pati (Tumenggung) yaitu topeng yang mewakili wajah dewasa, mempunyai karakter yang berani, kepribadian dan juga mempunyai tanggung jawab.

Lagu Pengiring Tari Topeng

Untuk mengiringi pementasan dari tarian topeng ini, tidak hanya memakai alat musik, melainkan juga memakai iringan lagu. Tentunya hal ini sudah menjadi keunikan tari topeng dibandingkan dengan tarian daerah yang lainnya.

Terdapat banyak sekali lagu yang biasa dipakai untuk mengiringi pementaran tarian topeng, antara lain sebagai berikut:

1. Kembangsungsang untuk Topeng Panji

2. Kembangkapas untuk Topeng Samba

3. Rumyang untuk Topeng Rumyang

4. Tumenggung untuk Topeng Tumenggung

5. Gonjing untuk Topeng Kelana

Demikian sedikit ulasan dari restuemak.com tentang Tari Topeng, semoga dapat bermanfaat untuk Anda, dan tentunya sharing ke teman-teman mu yang lain agar mereka semuanya mengerti tentang tari topeng Cirebon ini. Sekian dan terima kasih.

Tari Topeng

Leave a Comment